Daihatsu Terios Toyota Rush Club Indonesia

Berani Join, Berani Kopdar, Berani Touring

Bioethanol


Bioethanol yg dimaksud di sini adalah substitusi BBM yg berasal dari proses fermentasi gula (sugar) melalui proses kimia penguapan (steaming) ethylene. Bahan baku gula diperoleh dari: corn, maize and wheat crops, waste straw, willow and popular trees, sawdust, reed canary grass, cord grasses, jerusalem artichoke, myscanthus and sorghum plants *kecuali jagung dan gandum, gw ga tau terjemahan Indonesianya nih*, selain juga kacang2an dan kelapa sawit.

Ethanol atau ethyl alcohol (C2H5OH) berupa cairan bening tak berwarna, terurai secara biologis (biodegradable), toksisitas rendah dan tidak menimbulkan polusi udara yg besar bila bocor. Ethanol yg terbakar menghasilkan karbondioksida (CO2) dan air.

Ethanol adalah bahan bakar beroktan tinggi dan dapat menggantikan timbal sebagai peningkat nilai oktan dalam bensin. Dengan mencampur ethanol dengan bensin, akan mengoksigenasi campuran bahan bakar sehingga dapat terbakar lebih sempurna dan mengurangi emisi gas buang (spt karbonmonoksida/CO).

Oplosan paling umum adalah 10% ethanol dan 90% bensin (E10). Mesin mobil tidak perlu dimodifikasi untuk memakai E5 ~ E20 dan demiian pula halnya garansi mesin tidak akan terpengaruh karenanya. Hanya mesin-mesin khusus spt mesin F1 dan A1 yg bisa mengkonsumsi E85 (oplosan 85% ethanol dan 15% bensin).

Terios TX Deluxe Matic 2007 saya sudah setahun terakhir menggunakan bioethanol E10 (3 liter dicampur ke dalam 33 L Premium 88), RON yg didapat a/ 97, sementara menurut buku manual perawatan dan dipajang di tutup lubang bensin, oktan minimal yg kudu diminum si Teri McQueen a/ RON90. Kenapa? Ya secara bioethanol yg saya oplos memiliki RON 140! Nilai oktan yg digunakan oleh mesin2 F1 dan A1. Alhasil kalau dipaksakan diminum murni, bisa-bisa meledug tuh mesin kaleeeeeee.

Performa mesin yg saya rasakan semakin maknyussss, enteng di tarikan dan laju saat manteng di RPM atas. FC sih relatif, tergantung driving style. Saya belum selesai mengukur FC, tapi u/ gambaran saat pulang dari touring TeRuCI saba Bandung, saya isi bensin di SPBU Cipularang Km 75 sampai ke rumah di Cipinang Elok via Kalimalang, PWI, Diskum, terus mampir di rumah mertua di Cipinang Lontar (kurleb 100 km), bar fuelmeter turun 1 strip, atau sekitar 6 liter (dari bensin di leher) atau sekitar 1:16,667! Padahal saya ga nyupir santai sepanjang tol, average speed 80kpj dengan top speed 120kpj. Coba bayangkan kalau pake transmisi manual, yg konon lebih irit 10% dari matic.

Bahan bakar ini pernah diujikan di mobil Timor DOHC, yg perbandingan hasil uji dgn premium, pertamax dan pertamax plus bisa dilihat dalam tabel berikut.


[Image: bio-ethanol-large;brt:55.jpg]

Hasil uji dynotest di mesin Timor DOHC:


[Image: B82921600ccstdBIO-ETHANOLTorque-large.jpg]
terlihat dari grafik, Bio-ethanol mampu meningkatkan Tenaga walau dengan Timing pengapian standar.. ketika timing pengapian dinaikkan, Tenaga jauh bertambah. hal ini berefek pada peningkatan akselerasi mobil & efesiensi Bahan bakar (dikutip dari sini)

Dengan perhitungan harga bioethanol per liter sekitar Rp. 11.111,000 (retail) + harga premium 88 saat ini yg Rp. 4500/L, kita bisa dapatkan Premium 97 dgn harga Rp. 4918/L! Bandingkan dengan harga Pertamax (RON 92) yang Rp. 5900/L!

Takaran Bioethanol

Sering kali gw ditanya gimana nyampur bioethanol biar dpt takaran/komposisi yang pasti pas di 5%. Sulit jawabannya, kecuali mau beli bensin sebanyak 28,5 L u/ ditambahkan dgn 1 botol (1,5 L) bioethanol. Ya kalau mau bener2 pas, ya kudu repot lah.

Nah setelah melalui serangkaian uji coba trial & error, akhirnya gw sampai pada satu kesimpulan sederhana: beli bensinnya 100 rb perak (22,22 L) terus masukin 1 botol (1,5 L)! Dapat takaran 6,32 %. (ctt: harga premium 5000/L)

Tapi ya ternyata manusia ga pernah puas, ada aja yg tanya lagi. Gimana kalo ngisi setengah tangki? Halah... ya gampang lah, tuang aja 1 botol (1,5 L), so masih dpt tuh takaran yg sama kok!

So, buat yg masih penasaran dan ingin menyesuaikan dengan gaya mengisi bensin masing2, nih gw kasih tabel perhitungan takaran bioethanol, baik dgn ukuran L ataupun Rp. Yg kolom2 diblok ungu, tidak direkomendasikan, secara konsentrasinya kurang/lebih dari anjuran.

Gw itungin juga buat yg lagi pikir2 mo pake yg botol kecil (500 mL) atau buat dipake di motor.

Tabel Komposisi-Bioethanol

Itu sebabnya oleh pabrikan dianjurkan dlm range 5-10% nyampurnya, ga bisa benar2 PAS!
(disarikan dari beberapa sumber/ciput 2008).

Tertarik mencoba? Silakan ketik NAMA[spasi]Lokasi[spasi] kirim ke 021 9632 5000 atau email mpw_ncl@yahoo.co.uk

scroll up